Perempuan kelahiran 20 September 1997 ini, mengaku keberhasilannya untuk lolos ke Senayan, merupakan hasil kerja kerasnya dan tim yang sudah dilakukannya sejak setahun yang lalu.
"Ini prestasi luar biasa, saya sadar sebagai pemula bersaing ketat dengan semua senior lama di dunia politik," kata Jia melalui keterangan tertulisnya yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/10).
"Tapi saya mewakili suara milenial muda, yang juga prihatin dan ingin melakukan perbaikan bagi daerah kami dan tentu berdampak nasional nantinya," lanjutnya.
Meski baru berusia 22 tahun, Jia yang merupakan lulusan Program Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia berani memutuskan mejadi politikus dan terjun langsung di pemilu sebagai wakil rakyat di DPD dari Sumatera Selatan.
Jia ditunjuk menjadi pemimpin termuda di Sidang Paripurna DPD pertama 2019-2024, sesuai aturan UU MD3 dan Tatib yang berlaku, untuk menentukan formasi pimpinan DPD baru 2019-2024.
Jia akan memimpin sidang bersama anggota tertua DPD Sabam Sirait.
"Sebagai orang muda, kita jangan lelah untuk terus belajar, membekali ilmu sebanyak mungkin. Peka terhadap kondisi di lapangan saat ini tapi juga memahami aturan main bagaimana menyalurkan aspirasi ini pada tempat dan waktu yang tepat," demikian Jia.
BERITA TERKAIT: