Pasalnya, kasus penyiraman air keras terhadap Novel itu dianggap masih relevan dengan kinerja KPK dalam memberantas korupsi.
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar secara tegas menolak jika kasus yang selama dua tahun belum terungkap itu dianggap tidak relevan.
“Kasus Novel sangat jelas berkaitan dengan kerja pimpinan KPK. Jadi kalau ada yang menyatakan itu tidak ada kaitannya, saya rasa tidak benar,†kata Zainal Arifin usai diskusi bertajuk “Menyoal Proses Pimpinan KPK dan Menakar Masa Depan Pemberantasan Korupsi†di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (30/7).
Menurutnya, kasus ini menarik untuk diangkat pada tahapan seleksi capim KPK. Sebab bisa menakar komitmen para calon dalam melindungi para pegawai dari sejumlah ancaman serangan teror. Apalagi, ancaman tersebut kerap menimpa pegawai dan pimpinan KPK.
“Saya pikir menarik untuk disinggung (kasus Novel Baswedan),†pungkas direktur Pukat UGM itu.
BERITA TERKAIT: