Dalam video itu, seorang wanita bernama Maidah yang mengaku warga di perumahan tersebut, tidak terima dengan penurunan baliho yang merupakan bentuk dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga dari hasil perjuangan biaya warga setempat.
"Sahabat-sahabat Maharani Peduli, saya Maidah melaporkan dari depan kompleks perumahan Limus Pratama Regency, saya tinggal di sini jadi saya adalah salah satu warga kompleks Limus Pratama Regency dan saya juga yang menjadi salah satu warga yang mendukung patungan pembuatan baliho ini. Ini nilainya baliho nilainya 4.960.000 ya, kita patungan warga-warga untuk memasang baliho ini," ungkap Maidah dalam video yang diterima redaksi, Senin (29/4)
"Jadi ketika baliho ini akan diturunkan ini benar-benar sangat menyakiti perasaan saya pribadi, dan juga warga-warga yang ada di sini, ini sudah posisinya sekarang jam 6 lewat 10 menit," terangnya.
Ia juga menyampaikan kondisi di lokasi tersebut, di mana masih banyak warga yang masih bertahan di bawah baliho. Sementara itu Maidah menyebutkan lima truk yang mengangkut aparat kepolisian sudah bersiap untuk menurunkan baliho yang terpampang.
"Ini sudah masih banyak warga yang di sini, warga masij banyak yang bertahan dibawah baliho, polisi juga disebelah sana itu, itu ada sekitar 5 truk polisi ya, bukan bata itu 5 truk, entah ya sampe segitunya mereka memaksa menurunkan baliho raksasa ini, kita warga masih bertahan agar ini tidak diturunkan," paparnya.
Dalam video itu, Maidah juga mengatakan sedang dilakukan mediasi antara aparat kepolisian dengan tokoh masyarakat di komplek perumahan itu, hingga video ini beredar pada sore hari ini, belum ada kabar terbaru dari hasil mediasi tersebut.
"Tadi ada mediasi antara aparat dengan tokoh masyarakat disini, nanti kita ligat deh bagaimana kelanjutannya seprti apa, saya dan teman teman ibu ibu limu pratama regency bertahan disini sama tetangga tetabgga saya, demikian ya, melaporkan limus pratama regency hari ini, senin, 29 april 2019. saya masih disini," tutup Maidah dalam video yang direkamnya.
BERITA TERKAIT: