"KIP menanyakan ke KPU karena banyak berita-berita yang beredar, sesungguhnya seberapa transparan sih informasi yang disediakan KPU, apakah informasi yang disediakan memenuhi syarat untuk diinformasikan apa tidak," kata Arief di kantornya kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (26/4).
Termasuk, sambung Arief, KIP menanyakan kepada KPU informasi apa yang tidak disampaikan kepada publik atau bersifat rahasia.
"Nah hari ini saya mengajak untuk melihat bagaimana KPU menyediakan informasi itu, apa yang digunakan, siapa yang mengerjakan dan apakah ini sudah memenuhi standar kelayakan unsur sebuah informasi disampaikan kepada publik," jelas Arief.
Sementara itu, Komisioner KIP Romanus Ndau memberikan apresiasi kepada KPU lantaran dianggap mampu menyelenggarakan Pemilu aman dan lancar. Kemudian, di sisi penyempaian informasi kepada publik, KPU dianggap memiliki sistem layanan informasi yang modern.
"Penggunaan teknologi terbaru yang memungkinkan informasi cepat dipantau dan dijabarkan oleh masyarakat. Jadi itu salah satu ukuran bahwa mereka mempunyai sistem informasi yang baik," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: