Meski meraih hasil positif, namun belum mampu menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari degradasi.
Persis tampil efektif sepanjang pertandingan. Persis membuka keunggulan pada menit ke-44 melalui sepakan keras Jefferson yang gagal diantisipasi lini pertahanan Persita. Gol tersebut membawa tim tamu unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, klub milik Kaesang Pangarep ini tetap tampil agresif dan berhasil memperbesar keunggulan lewat gol Maricic pada menit ke-74.
Tuan rumah sempat memperkecil kedudukan menjelang akhir laga melalui Pablo Ganet pada menit ke-90 memanfaatkan bola liar di depan gawang.
Namun keunggulan Persis kembali bertambah hanya dua menit berselang. Dejan Tumbas memastikan kemenangan 3-1 lewat golnya pada masa
injury time menit ke-90+2.
Pelatih Kepala Persis, Milomir Seslija mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu tampil baik di pertandingan terakhir musim ini. Menurutnya, para pemain menunjukkan semangat juang tinggi meski berada dalam tekanan.
“Kami menghadapi Persita yang bermain cukup terorganisir dan disiplin," kata Milo, dikutip dari
RMOLJateng.
Milo menilai Persis layak meraih kemenangan pada laga tersebut. Namun ia menyayangkan hasil itu belum cukup untuk menghindarkan klub kebanggaan Kota Solo tersebut dari degradasi.
“Saya hanya bisa bilang terima kasih atas kerja keras seluruh pemain karena mereka memberikan segalanya dan yang terbaik hari ini,” kata Milo.
Milo menegaskan Persis sebenarnya layak tetap berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia karena memiliki fasilitas dan dukungan suporter yang luar biasa.
Persis turun kasta bersama Semen Padang dan PSBS Biak. Poin terakhir Persis 34, sama dengan PSM Makasar. Namun Persis kalah
head to head dari pertandingan sebelumnya sehingga tetap berada di zona degradasi.
BERITA TERKAIT: