Memperingati dua tahun aksi kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Dalam aksinya, massa menuntut KPK tidak terlibat dalam politik praktis. Mereka meminta lembaga anti rasuah tetap menjaga independensinya.
Massa aksi juga menyoroti pemberian anugerah kepada mantan pimpinan KPK Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan hanya untuk mengangkat citra demi mendapatkan jabatan struktural di kabinet pemerintahan yang akan datang.
"KPK tidak perlu terlibat menjadi marketing ketokohan untuk kepentingan jabatan kabinet," kata Andri, salah perwakilan pengunjuk rasa, Kamis (11/4).
Massa menuding Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan adalah pribadi yang memiliki misi tersendiri dan bekerja untuk kepentingan politik salah satu kontestan di Pilpres 2019.
"Sehingga tidak patut diberikan penghargaan secara pribadi," tegasnya.
BERITA TERKAIT: