Mantan KSAD ke-30 ini menjelaskan alasan dirinya masih bungkam, tak seperti sejawatnya yang sudah secara terbuka menyatakan dukungan dalam Pilpres 2019.
“Saat saya KSAD, dan yang melantik sebagai Panglima TNI adalah Pak Jokowi, saya pikir jika dalam kondisi ini tidak etislah kalau saya berseberangan dengan Pak Jokowi,†kata Gatot dalam sebuah sesi wawancara yang ditayangkan oleh stasiun tv swasta, Rabu (10/4).
Di lain pihak, saat masih aktif sebagai tentara berpangkat kapten dan mayor, Gatot mengaku sangat mengidolakan Prabowo Subianto. Menurut Gatot, di manapun Prabowo menjadi pimpinan, selalu menunjukan kualitas satuan yang dipimpinnya.
“Dan di setiap operasi tidak pernah gagal, itulah yang membuat saya mengidolakan, dan kalau saya bertentangan kan enggak enak,†jelas Gatot.
Mantan Pangdam Brawijaya menambahkan, dirinya baru satu tahun memiliki hak pilih, yang artinya masih pemilih pemula. Maka wajar jika ia masih menimbang dan memantapkan pilihan.
“Sayakan pemula, masih bingung lah mau gimana,†canda Gatot.
Kendati demikian, Gatot memastikan bakal menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti. “Jadi sampai saat ini saya belum menentukan, tapi tunggu saja,†pungkas Gatot.