Belajar Dari Indosat, Pekerja BUMN Sudah Punya Pilihan Di Pilpres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 10 April 2019, 13:53 WIB
Belajar Dari Indosat, Pekerja BUMN Sudah Punya Pilihan Di Pilpres
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono/Net
rmol news logo . Pekerja BUMN diyakini sudah mempunyai pilihan siapa capres-cawapres dan partai politik pada Pemilu 2019 yang bisa mempertahankan BUMN untuk tidak dijual ke asing.

Pekerja BUMN sudah belajar dari Indosat yang dijual ke Singapura, lahan Gas Tangguh di Papua yang dijual ke Petrochina, dan Blok Natuna yang diserahkan ke asing bukan ke Pertamina.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (10/4).

Terkait HUT BUMN tahun 2019 yang sempat diributkan. Arief sudah mengkonfirmasi pada Menteri BUMN Rini Soemarno bahwa jadwal dan tempat sudah ada perubahan.

"HUT BUMN tidak ditunda tapi dipindah ke Semarang bukan diadakan di GBK Jakarta, dan diubah dari 13 April jadi 20 April," ujar Arief.

Dengan dipindah atau ditunda HUT BUMN membuktikan kalau Kementerian BUMN dan direksi-direksi BUMN sangat menghormati netralitas pada Pemilu 2019

"Ini menunjukkan bahwa BUMN tidak dimasukan dalam ranah politik praktis ya oleh Ibu Menteri," sebut Arief.

Menurutnya, jika HUT BUMN diubah jadi ajang kampanye pendukungan Jokowi-Maruf, maka dari pekerja BUMN pasti akan ada perlawanan dan penolakan besar-besaran

"Saya saja yang pengurus di Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu tidak pernah menjadikan pekerja BUMN masuk dalam ranah politik praktis. Dan saya yakin kawan-kawan pekerja di BUMN sudah punya pilihan sendiri pada Pilpres 2019," tutur Arief.

Ditambahkannya, pekerja BUMN juga sudah paham betul siapa capres-cawapres yang akan dipilih nantinya.

"Mereka punya nasionalisme untuk mempertahankan BUMN tetap jadi aset negara, dan mereka paham capres mana yang akan mampu mempertahankan BUMN tetap jadi milik rakyat Indonesia," tutup Arief. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA