Begitu kata Sekjen Komunias Milenial Maruf Amin For Indonesia (Kami Indonesia) Rian Andi Sumarno dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/4).
“Terbukanya kran demokrasi, kebebasan pers, berdirinya beberapa partai politik, lembaga-lembaga ekstrayudisial seperti KPK, MK, dan KY, serta lembaga ekstrayudisial lainnya adalah buah perjuangan peristiwa tersebut,†terang Rian.
Untuk itu, Kami Indonesia mengajak masyarakat untuk berpikir jernih dalam Pilpres 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang. Masyarakat, khususnya kaum milenial harus mau meluruskan sejarah dan mengembalikan nilai-nilai "Perjuangan 98" pada jalan kesejahteraan rakyat sejati.
“Perlu kiranya untuk kembali bersuara agar momen politik Pilpres 2019 tidak dijadikan sebagai bangkitnya kekuasaan rezim Soeharto dan kelompok fundamendal radikal,†tegasnya.
Dia mengingatkan bahwa selain melahirkan organisasi sosial politik dan lembaga ekstrayudisial yang memperkuat sistem demokrasi, reformasi 98 juga membuka keran lahirnya tokoh-tokoh dan kelompok yang justru merusak sistem demokrasi. Mereka adalah kelompok ultranasionalis dan radikal fundamentalis.
“Mereka hama yang membahayakan sistem demokrasi negeri ini di masa yang akan datang. Sekaligus juga dapat mendegradasi nilai perjuangan Gerakan 98," tegasnya.
BERITA TERKAIT: