Sebab, tanpa militer yang kuat, posisi tawar sebuah negara akan dianggap sebelah mata.
Begitu kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat menjadi pembicara Ngopi Bareng yang diselenggarakan Kedai Kopi di Jakarta, Kamis (4/4).
“Dengan militer kuat, porsi tawar diplomasi Indonesia semakin kinclong. Kalau negara ototnya kuat, belum ngomong saja karpet merah sudah digelar,†tegasnya.
Atas alasan itu, dia menilai pembangunan kekuatan militer konvensional masih sangat diperlukan. Sekalipun ancaman perang saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Kini perang yang terjadi adalah perang siber dan proxy war.
Selain itu, kekuatan militer juga bisa meminimalisir pelecehan teritorial sebuah negara.
“Bukan dengan formula apa, virus apa, tapi ya ditunjukan dengan kekuatan militer,†terang Jansen.
BERITA TERKAIT: