IHSG Sesi I Tersungkur ke 6.037, Sektor Keuangan Terkapar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 23 Juni 2026, 12:54 WIB
IHSG Sesi I Tersungkur ke 6.037, Sektor Keuangan Terkapar
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Selasa 23 Juni 2026 di zona merah setelah terkoreksi 1,29 persen atau 79 poin ke level 6.037. 

Pelemahan terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp66,49 triliun dari sekitar 114,5 juta lot saham yang berpindah tangan.

Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor keuangan menjadi pemberat utama IHSG setelah merosot 3,03 persen, dipicu aksi ambil untung pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham-saham seperti BBCA, BMRI, BBNI, BBTN, hingga MEGA tercatat mengalami pelemahan dan menyeret pergerakan indeks lebih dalam. Koreksi di sektor perbankan terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek suku bunga global dan sentimen eksternal yang masih berfluktuasi.

Di tengah dominasi tekanan jual, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,91 persen. Penguatan tersebut ditopang oleh reli saham emiten farmasi, terutama KLBF dan MERK.

Pada kelompok saham unggulan LQ45, saham KLBF, SMGR, dan TLKM berhasil mencatatkan penguatan dan masuk jajaran top gainers sesi pertama. Sebaliknya, saham ANTM, PTBA, dan AMMN berada di deretan top losers setelah mengalami tekanan jual cukup signifikan.

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah sentimen global, termasuk perkembangan perundingan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta pergerakan harga komoditas yang masih berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham domestik. rmol news logo article


EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA