Baginya, jadwal itu tidak lazim. Sebab ada BUMN yang beroperasi di Pulau Sumatera tapi membagikan sembako ke wilayah lain. Adapun jelang hari pencoblosan pilpres, paket itu banyak dialirkan ke daerah Jawa Barat.
“Sangat aneh, BUMN yang berlokasi di Sumatera tapi diminta bagi sembako di Jabar,†tanyanya dalam akun Twitter pribadi beberapa waktu lalu.
“Tujuan utamanya adalah Jabar. Rakyat Jabar mau disogok?†sambung Said Didu.
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM itu pun menggugah hati Menteri BUMN Rini Soemarno untuk tidak menghancurkan BUMN dan Kementerian BUMN demi kekuasaan. Sebab, Said Didu mengindikasi ada kepentingan politik di balik pembagian sembako tersebut.
â€Ibu sudah menjadikan BUMN sebagai alat politik. Ingat, BUMN adalah milik negara/rakyat bukan milik penguasa dan jelas bukan milik Ibu dan juga bukan milik presiden,†tegasnya.
Dalam kicauan sebelumnya, Said Didu menguraikan urutan kampanye terselubung yang acapkali terjadi di BUMN dan Kementerian BUMN. Pertama, ulang tahun sebagai alat kampanye terselubung, selanjutnya dirancang sebuah acara.
“Lalu cari EO, buat surat dari KemenBUMN untuk ‘sumbangan’ BUMN, lalu siapkan paket dan atribut terselubung, pelaksanaan, dan akali pertanggungjawaban,†tegasnya.
“Beginilah rentetan acara perayaan ‘ulang tahun’ KemenBUMNâ¦, dimulai dengan surat ‘perintah’ dari Kementerian BUMN. Ini
abuse of power yang merusak BUMN,†tegasnya.
Padahal sesuai aturan, pembagian CSR BUMN yang dikoordinasikan Kementerian BUMN adalah diperuntukan untuk bantuan bencana, pasar murah dalam rangka hari raya keagamaan, dan terjadi gejolak ekonomi.
“Sekarang kok ada pembagian sembako dari CSR dalam rangka pilpres yang dibungkus dengan acara ulang tahun,†tegasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: