RR: Swing Voter Sangat Vital Tentukan Pemenang Pilpres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 13 Maret 2019, 10:36 WIB
RR: <i>Swing Voter</i> Sangat Vital Tentukan Pemenang Pilpres
Rizal Ramli/Net
rmol news logo Rizal Ramli mengatakan, civil society atau masyarakat madani belum menemukan sikapnya (swing voters). Mereka masih bingung karena kedua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 belum menawarkan solusi konkret terkait permasalahan nasional.

"Civil society sampai saat ini masih kebingungan," ujar mantan menteri koordinator perekonomian ini saat acara dialog kebangsaan bertajuk "Peran Civil Society Dalam Pemilihan Presiden 2019" di kota Bandung, Selasa (12/3).

Rizal menjelaskan, civil society bingung karena di satu sisi tak suka dengan kebijakan ekonomi Jokowi, di mana pertumbuhan ekonomi mandeg di angka 5 persen.

"Risiko makro ekonomi Indonesia makin tinggi, defisit neraca perdagangan paling besar selama 10 tahun, defisit transaksi berjalan paling tinggi selama 4,5 tahun," jelasnya.

Di sisi lain civil society juga khawatir demokrasi di negeri ini luntur jika memilih paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Mereka dalam tanda kutip takut-takut sama Prabowo. Jangan-jangan otoriter, jangan-jangan tidak demokratis,‎" katanya.

Untuk menguji hal tersebut, Rizal pernah memberikan tantangan kepada dua paslon, baik itu kubu nomor urut 01 dan 02 untuk berani merevisi UU ITE.

Ia pun siap mendukung paslon yang berani merevisi UU ITE. Pasalnya, Rizal khawatir UU tersebut digunakan penguasa untuk memberangus hak mengemukakan pendapat dari masyarakat.

"Kalau kamu dituduh melakukan hoax atau menghina seseorang, itu langsung ditangkap, tanpa proses pengadilan, pengadilan belakangan," katanya.

Alhasil, kata Rizal, hanya paslon nomor urut 02 yang berani merevisi UUD ITE jika nanti terpilih memimpin Indonesia. Sedangkan nomor urut 01, hingga kini belum memberikan jawaban terkait tantangan tersebut.

"Pertanyaan yang sama saya tanyakan kepada Jokowi dan timnya, sampai hari ini kagak ada jawabannya. Saya mikir-mikir kenapa enggak mau jawab, menduga-duga jangan-jangan akan menggunakan UU ITE untuk menangkap yang kritis-kritis untuk lima tahun mendatang," katanya.

Rizal mengingatkan, selisih suara kedua paslon Pilpres 2019 terpaut sangat tipis, yakni kurang dari satu digit. Sehingga, sikap politik civil society akan menjadi sangat vital dalam menentukan pemenang Pilpres 2019.

"Mereka mayoritas civil society kalau mereka menentukan sikap, merekalah yang menentukan siapa yang pemenang, istilahnya kondisinya sudah mendekati tipping point," kata Rizal. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA