BPN: Dolar Menguat Lagi, Jokowi Jangan Lupa Masih Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 08 Maret 2019, 15:34 WIB
BPN: Dolar Menguat Lagi, Jokowi Jangan Lupa Masih Presiden
Ilustrasi/net
rmol news logo Dolar Amerika Serikat kembali menguat terhadap Rupiah. Hari ini nilai tukar rupiah kembali ke level Rp 14.300 per dolar AS, terlemah sejak Januari lalu.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, memberi catatan khusus mengenai penguatan dolar ini.  Ia meminta Presiden Joko Widodo terus mengingatkan menterinya untuk tetap mewaspadai pelemahan rupiah.

"Dolar naik jangan sampa kita kecolongan kayak kemarin. Pak Jokowi harus ingatkan menterinya ya," kata Andre kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (8/3).

Andre juga meminta Presiden Jokowi tidak menyepelekan kepentingan nasional meski saat ini terus sibuk dalam upaya pemenangan Pilpres 2019.

"Kami ingatkan saja, Pak Jokowi jangan terlalu sibuk berkampanye sehingga melupakan dirinya masih seorang kepala negara, menjaga stabilitas ekonomi," demikian Andre.

Beberapa saat lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, kepada wartawan, menyatakan alasan dolar menguat adalah perkembangan signifikan di situasi global.

Menurut Perry, rupiah mengalami tekanan karena faktor eksternal. Sedangkan semua faktor domestik masih bagus. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA