Mereka tergabung dalam Komite Politik Alternatif.
"Seluruhnya lebih dari 7 ribu orang," ucap Humas Komite Politik Alternatif, Herman Abdurrahman saat ditemui di sela aksi di depan Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).
Menurut Herman, ribuan orang itu terdri dari berbagai elemen. Ada mahasiswa, buruh, karyawan dan lain sebagainya.
"Kami adalah kesatuan perjuangan rakyat," tegasnya.
Komite Politik Alternatif menilai dua kandidat di Pilpres, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto tak pantas jadi pemimpin negeri ini.
"Jokowi gagal menyejahterakan rakyat. Jauh dari janji-janjinya selama berkuasa. Begitu pula dengan Prabowo, banyak track record Prabowo yang sangat tidak mungkin kita pilih. Masalah kejahatan kemanusiaan dan sebagainya," terang Herman.
BERITA TERKAIT: