Jokowi Naik KRL Cuma Untuk Tutupi Kegagalan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 08 Maret 2019, 08:24 WIB
Jokowi Naik KRL Cuma Untuk Tutupi Kegagalan
Jokowi di KRL/Net
rmol news logo Aksi Presiden Joko Widodo naik Kereta Rel Listrik (KRL) dianggap sebatas pencitraan belaka. Bahkan Jokowi dianggap sedang berusaha menutupi kegagalan-kegagalan selama memimpin negeri ini.

Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat bahkan menyebut aksi Jokowi saat hendak pulang ke Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/3) lalu itu sebagai pencitraan basi. Dia menduga pencitraan itu sebatas cara Jokowi menutupi kegagalan. Dia yakin cara usang tersebut tidak akan manjur untuk menggaet pemilih di Pilpres 2019.

"Pencitraan basi model begini hanya untuk mengelabui pemilih menjelang pilpres," ketus Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).

“Hanya untuk menutupi kegagalan Jokowi melaksanakan 66 janji ke rakyat saat kampanye 2014,” sambung Syafti yang turut menjadi pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

Padahal, lanjut pria yang akrab disapa Uchok itu, rakyat sudah paham betul bahwa pencitraan sehebat apapun tak akan mampu mempengaruhi situasi ekonomi yang makin sulit, jumlah utang negara yang kian menggunung, menurunkan harga berbagai kebutuhan, dan menurunkan tarif listrik yang makin "mencekik".

Untuk itu, diyakininya bahwa aksi tersebut tidak akan mampu mengerek tingkat elektabilitas Jokowi hingga ke puncak kemenangan di ajang pesta rakyat lima tahunan nanti.

"Karena rakyat sekarang sudah cerdas tak bisa lagi terpengaruh pencitraan basi,” tegasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA