AHY memastikan bahwa mandat yang didapatnya sebatas untuk memenangkan Partai Demokrat di Pemilu Serentak 2019.
"Sampai dengan hari ini ketum kami adalah masih Pak SBY. Jadi, kalau kemarin ada polemik di luar sana yang disangkanya sudah ada pergantian ketum Demokrat, belum terjadi, tidak terjadi itu," tegas AHY dalam konferensi pers di Kantor Pusat DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (2/3).
"Saya mendapatkan mandat bukan untuk itu, tapi untuk memenangkan pemilu bagi Partai Demokrat," imbuhnya.
Sementara mengenai mandat baru yang diberikan SBY pada 1 Maret lalu, AHY menyebut bahwa dirinya diminta untuk memimpin kampanye nasional menggantikan SBY.
SBY tidak bisa memimpin kampanye tersebut karena harus menjaga sang istri, Ani Yudhoyono yang mengalami sakit kanker darah dan tengah menjalani perawatan di Singapura.
"Apa bunyi mandat itu? Sudah dijelaskan oleh Sekjen Partai Demokrat, Bapak Hinca Panjaitan dua hari yang lalu terkait dengan pemberian tugas dan tanggung jawab kepada saya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Kogasma untuk bisa memimpin kampanye nasional dalam rangka pemenangan pemilu partai demokrat tahun 2019 ini," tegasnya.
***
BERITA TERKAIT: