Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno melihat kondisi kegelisahan yang dirasakan warga Nahdliyin karena adanya kekosongan jabatan rais am.
"Rais am ini posisi strategis dan untuk menggantinya perlu mekanisme yang sedikit rumit karena tidak semua kader NU bisa menjadi rais am. Ini yang saya kira jadi kegelisahan Cak Anam," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/2).
Posisi Kiai Maruf sebagai rais am PBNU saat ini belum tergantikan. Dia hanya cuti sebagai rais am karena maju sebagai calon wapres di Pilpres 2019.
Menurut Adi, pernyataan Cak Anam juga secara tersirat menyebutkan bahwa posisi NU dalam dinamika pilpres sangat penting.
"Posisi NU ini sangat penting dalam tarik menarik kepentingan politik menjelang pilpres. Saya kira itu yang ingin disampaikan oleh Cak Anam," jelasnya.
***
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: