Pasalnya, Abu Janda mendapatkan keuntungan secara popularitas dari penutupan akun Facebook pribadinya.
“Bagi saya isu ini jangan terlalu dibesarkan yang untung Abu Janda. Kecuali dia bagian dari pemenangan salah satu capres bisa saja dipersoalkan,†kata pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/2).
Menurut dia, terlepas hal ini merupakan bentuk kesengajaan atau bukan, yang pasti isu ini bisa menutup isu-isu besar lainnya jelang Pilpres 2019.
“Ini menutup isu-isu yang besar di peredaran. Apakah ini diretas atau memang suatu kesengajaan maka harus ada pakar telematika yang bisa membuktikannya,†imbuh Jerry.
Sebelumnya memang Abu Janda menuntut balik Facebook sebesar Rp 1 triliun karena sudah merusak nama baiknya. Jerry menyebut tuntutan itu sudah berlebihan dan ada aktor yang sengaja memainkan isu ini.
“Bagi saya ini bagian dari permainan politik. Jadi ada produser, sutradara dan pemain. Bagi saya tuntutan Abu Janda terlalu berlebihan. Memang kalau benar pihak FB menutup akunnya lantaran diduga keterlibatan perlu pembuktian dari manajemen mereka,†pungkasnya.
[hta]