Urusan jatah kursi di kabinet belum menjadi prioritas.
"Golkar sejak Ketum Airlangga mencoba memperbaiki beberapa program internal, konsolidasi kami, termasuk di dalamnya upaya meningkatkan kualitas peran kader kami yang mendampingi presiden baik di kabinet maupun di TKN," ujar politisi senior Golkar, Muhammad Hatta saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Senin, 28/1). Â
Bagi Golkar sendiri, masih terlalu dini membicarakan pembagian jatah menteri.
"Kalau kami tidak ada hitung-hitungan. Pendekatan, nomor satu sekarang kami yakin dulu TKN sukses," ucapnya.
Namun yang pasti, jelas Hatta, Golkar tidak ingin memberi janji-janji surga kepada kader.
"Sebagai partai tertua tentunya sistem rekruitmen kader yang berkualitas dan mampu mengemban amanah telah kami miliki untuk menduduki jabatan-jabatan stategis jika satu saat nanti Golkar diminta menyiapkannya. Semangat kader untuk meningkatkan kinerja tidak perlu kami iming-imingi apapun. Buat kami ke dalam. Kami tidak maksud menuduh teman-teman partai lain," tegasnya.
Menyinggung target 10 kursi menteri yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, Hatta sontan tertawa.
"Saya tidak mau mengomentari strategi PKB dengan kader-kadernya," tandas mantan dutabesar RI untuk Kerajaan Thailand ini.
[wid] Â
BERITA TERKAIT: