Hashim: Tabloid Indonesia Barokah Tidak Layak Disebut Media Profesional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Minggu, 27 Januari 2019, 20:30 WIB
Hashim: Tabloid <i>Indonesia Barokah</i> Tidak Layak Disebut Media Profesional
Hashim Djojohadikusumo/RMOL
rmol news logo Tabloid Indonesia Barokah tidak layak disebut produk jurnalistik apalagi media massa profesional kendati beredar cukup massif di sejumlah daerah.

"Itu warta berita liar, asal usulnya tak tahu. Dewan pers juga tidak kenal," ujar Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/1).

Hashim menyebutkan isi tabloid tidak lebih dari upaya penyebaran kabar bohong atau hoax yang sengaja dibuat untuk memojokkan Prabowo-Sandi.

"Ini tabloid liar, ini penyebaran hoax dan Prabowo-Sandi adalah korban nyata dari hoax dan berita palsu," ungkapnya.

Untuk itu, kata Hashim, tim BPN menggandeng aparat kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencari siapa orang-orang di balik terbit dan beredarnya tabloid itu.

"Kita akan usut siapa yang dibelakang itu," tegas Hashim.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA