"Itu warta berita liar, asal usulnya tak tahu. Dewan pers juga tidak kenal," ujar Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/1).
Hashim menyebutkan isi tabloid tidak lebih dari upaya penyebaran kabar bohong atau hoax yang sengaja dibuat untuk memojokkan Prabowo-Sandi.
"Ini tabloid liar, ini penyebaran hoax dan Prabowo-Sandi adalah korban nyata dari hoax dan berita palsu," ungkapnya.
Untuk itu, kata Hashim, tim BPN menggandeng aparat kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencari siapa orang-orang di balik terbit dan beredarnya tabloid itu.
"Kita akan usut siapa yang dibelakang itu," tegas Hashim.
[dem]
BERITA TERKAIT: