Alasannya, karena takut dicap sebagai partai "penampung" penista agama.
Pengamat politik, Ujang Komarudin memperkirakan, sebelum Pemilu 2019 yaitu pada 17 April, Ahok akan lebih memilih diam, tidak menjadi kader parpol manapun.
"Sepertinya Ahok juga akan
cooling down dulu. Mungkin masuk partai pasca pemilu," kata Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) saat berbincang dengan redaksi, Kamis (24/1).
Menurutnya, diamnya Ahok juga karena tidak ada satu pun parpol yang bersedia menerima Ahok sebelum pemilu.
"Partai menolak, partai sedang jaga suara. Mungkin setelah pemilu baru partai akan merekrut Ahok," ujarnya.
Bukan tanpa alasan, lanjut pengajar di Universitas Al-Azhar Indonesia ini, jika Ahok masuk salah satu parpol koalisi pendukung Jokowi-Maruf, maka tentu akan merugikan tingkat elektabilitas paslon nomor urut 01 juga parpol yang merekrut.
"Karena nanti akan muncul isu bahwa Jokowi dan partai koalisinya menampung mantan penista agama. Mungkin setelah pemilu baru bergerak. Partai manapun yang dimasuki oleh Ahok saat ini akan merugikan partai tersebut," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: