Bawaslu Jabar Harus Responsif Tangani Indonesia Barokah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 23 Januari 2019, 15:52 WIB
Bawaslu Jabar Harus Responsif Tangani <i>Indonesia Barokah</i>
Indonesia Barokah/Net
rmol news logo Kehadiran tabloid Indonesia Barokah berpotensi menimbulkan kegaduhan dan multi persepsi di tengah masyarakat. Dinamika dan dialektika politik yang sehat di tengah masyarakat juga terancam.

Begitu kata Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi menanggapi peredaran tabloid yang menyudutkan pasangan capres dan cawapres tertentu itu di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kami meminta masyarakat seluruh Indonesia, terutama masyarakat Jawa Barat untuk tetap tenang, tidak terganggu, dan tidak terprovokasi dengan beredarnya tabloid Indonesia Barokah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/1).

Yusfitriadi menyarankan kepada masyarakat untuk melapor ke aparat penegak hukum jika menamui tabloid tersebut

Selain itu, dia mendesak Bawaslu Jawa Barat untuk segera responsif dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat tentang peredaran tabloid tersebut. Respon cepat harus dilakukan agar kepercayaan publik terhadap kelembagaan penegak hukum pemilu semakin tinggi.

“Karena hasil pengamatan kami, Bawaslu Jawa Barat sangat lamban dalam menangani kasus beredarnya tabloid tersebut. Supaya tidak menjadi preseden buruk bagi kasus-kasus yang lainnya,” terang Yusfitriadi.

DEEP juga meminta Kepolisian Daerah Jawa Barat beserta seluruh instrumennya untuk bergerak cepat menelusuri dan menginvestigasi terkait penerbitan tabloid tersebut. Pengungkapan kasus ini diyakini mampu memberikan ketenangan dan jaminan keamanan kepada masyarakat dalam menjalankan dialektika politik yang sehat menjelang Pemilu 2019.

“Kami juga meminta kepada seluruh stakeholder pemilu untuk berhenti memproduksi dan menyebarkan content kampanye negatif dan kampanye hitam dalam media apapun, yang bias memprovokasi dan membuat kondisi masyarakat tidak kondusif,” tegasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA