Penuntasan kasus ini tidak hanya memberi keadilan bagi para keluarga korban, tapi juga bisa menjadi pembuktian Jokowi benar-benar menegakkan hukum.
“Jika di akhir periode Jokowi bisa menuntaskan kasus ini, maka akan menjadi legacy baginya,†terang Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli HAM (Ampuh) Ahmad Nabil Bintang kepada wartawan, Rabu (16/1).
Sebagai langkah konkret, Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mendorong agar pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta Independen. Tim ini harus secara terang benderang mengungkap penculikan aktivis pro demokrasi yang terjadi di tahun 1997 hingga 1998. Kata dia, ada 23 aktivis yang dihilangkan secara paksa, 13 di antaranya masih belum diketahui nasibnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Ampuh, Habibullah menegaskan bahwa pihaknya akan mendatangi markas Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk menyampaikan tuntutannya itu. Dia berharap tuntutan itu dibawa dalam debat pilpres.
"Saya juga berharap Jokowi benar-benar serius menyelesaikan kasus ini. Karena ini untuk keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya korban dan keluarga korban penculikan," pungkas Ketua BEM Universitas Islam Jakarta itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: