Larangan Poligami Diyakini Bisa Buat Kesetaraan Gender Meningkat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 15 Desember 2018, 01:35 WIB
Larangan Poligami Diyakini Bisa Buat Kesetaraan Gender Meningkat
Anti poligami/Net
rmol news logo Dukungan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin melarang aparatur sipil negara (ASN) berpoligami terus berdatangan. Kali ini dari aktivis perempuan Dewi Candraningrum.

Menurut Dewi, ide yang dilontarkan Ketua Umum PSI Grace Natalie merupakan kabar baik bagi kehidupan politik dan kesetaraan gender di Indonesia.

“Ini bisa membuat kesetaraan gender di Indonesia makin meningkat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/12).

Namun demikian, dia menilai bahwa larangan ASN berpoligami bukan hal baru. Sebab larangan itu pernah berlaku saat zaman pemerintahan Soeharto.

Tidak hanya itu, berdasarkan catatannya, banyak negara di Timur Tengah yang berpenduduk muslim sudah menerapkan pelarangan tersebut.

“Misalkan Irak, Suriah, kemudian Yordania dan Maroko,” urai pengajar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu.

PSI melontarkan gagasan larangan poligami karena menganggap praktik itu menjadi salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan dan anak. Partai besutan Grace Natalie itu bertekad akan memperjuangkan larangan poligami saat nanti masuk parlemen. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA