Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Philip Wijaya mengakui sebelum dibentuknya UKP-DKAAP, pihaknya mengalami kesulitan untuk berdiskusi intens dengan pemuka agama lain. Namun kesulitan itu sirna setelah lembaga yang berkomitmen untuk menciptakan kerukunan dan harmoni antar umat beragama di Indonesia itu dibentuk.
"Dulu kita mau berdiskusi dengan pemuka agama lain, kalau tiba-tiba datang ke kantor organisasi agama lain misalkan, orang pasti nanya, ngapain? Mau diskusi. Diskusi apa? Kan begitu. Tapi UKP-DKAAP adalah forum yang sangat bagus," katanya dalam diskusi "Refleksi Akhir Tahun dan Proyeksi Kerukunan Antar-umat Beragama di Tahun Politik" di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).
Philip mengaku, sejak dibentuknya UKP-DKAAP, dirinya selalu diajak untuk berdiskusi. Di situ, kata dia, semua pemuka agama saling bertukar pikiran mencari jalan keluar bagi persoalan keumatan, dan persatuan serta kesatuan bangsa.
"Kami melakukan pembicaraan konflik interfit atau intrafit. Pokok masalah harus dicari jalan keluar. Upaya mengharmoniskan umat beragama. Hasilnya luar biasa. Di semua daerah ada FKUP gagasan luar biasa. Ini menujukkan perhatian pemerintah kehidupan harmonis ini luar biasa besarnya," pungkasnya.
[lov]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: