Kehadiran IMF pada 1998 Bukan cuma untuk Selamatkan Perekonomian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 30 Juni 2026, 06:02 WIB
Kehadiran IMF pada 1998 Bukan cuma untuk Selamatkan Perekonomian
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah buka suara soal peran Dana Moneter Internasional (IMF) dalam krisis ekonomi 1998 dan jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto. 

Menurutnya, Indonesia perlu membuka kembali kajian sejarah ekonomi dan moneter internasional agar tidak terus bergantung pada sistem keuangan global yang dinilai merugikan negara berkembang.

Amir Hamzah berpendapat bahwa kehadiran IMF di Indonesia pada masa krisis bukan semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional, melainkan juga menjadi bagian dari proses politik yang berujung pada reformasi serta perubahan konstitusi melalui amendemen UUD 1945.

“Salah satu penyebab jatuhnya Presiden Soeharto dan lahirnya reformasi tidak bisa dilepaskan dari campur tangan IMF. Bangsa ini harus berani belajar sejarah perbankan dan moneter internasional secara utuh,” kata Amir, dikutip Selasa 30 Juni 2026.

Menurut Amir, sejarah sistem keuangan dunia jauh lebih panjang dibandingkan berdirinya lembaga-lembaga keuangan modern. 

Ia mengemukakan bahwa pada abad ke-17 hingga abad ke-18, dunia belum mengenal sistem bank sentral seperti sekarang. Pada masa itu, kata dia, pengelolaan keuangan kerajaan-kerajaan Eropa banyak dilakukan oleh kelompok yang dikenal dengan istilah Hofjuden atau “Yahudi Istana”.

Ia juga mengaitkan perkembangan sistem keuangan tersebut dengan sejumlah keluarga bankir Eropa yang menurutnya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sistem moneter internasional.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA