LION AIR JATUH

Kecelakaan Pesawat, Human Error Atau Kesalahan Regulasi?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sukardjito-1'>SUKARDJITO</a>
LAPORAN: SUKARDJITO
  • Senin, 29 Oktober 2018, 16:37 WIB
Kecelakaan Pesawat, <i>Human Error</i> Atau Kesalahan Regulasi?
rmol news logo Hasil audit dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, standard penerbangan Indonesia sudah di atas rata rata. Lantas kenapa masih terjadi kecelakaan pesawat?

"Ya, saat ini pemerintah tengah melakukan audit untuk mencari celah di mana letak kekurangan pada penerbangan di Indonesia," kata pengamat penerbangan Universitas Airlangga Surabaya, Adi Riyadi seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Senin (29/10).

Diakui Adi, sejak mengalami keterpurukan pada tahun 2014 dan ketika dilakukan audit ulang pada tahun 2017, regulasi penerbangan Indonesia sudah membaik meskipun masih ada catatan catatan negatif, di antaranya mengenai keselamatan penumpang.

Regulasi baru yang ada saat ini adalah hasil amandemen baru pada Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di kawasan perairan Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB menuju Pangkal Pinang.

Lalu pada pukul 06.33 WIB hilang kontak. Dan pukul 07.10 WIB Tug Boat AS Jaya II melihat dan melaporkan diduga pesawat Lion Air 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang

Saat disinggung mengenai kecelakaan Lion Air Jakarta-Pangkal Pinang, Adi belum berani memastikan penyebabnya, sebab semua masih asumsi.

Tetapi, penting daripada itu adalah masalah kontrol terhadap maskapai. Pasalnya, meningkatnya jumlah mobilisasi penerbangan dan jumlah penumpang, tentu risiko juga pasti semakin bertambah.

Karena itu, regulasi harus secepatnya berubah, termasuk penambahan personil dari pemerintah untuk melakukan fungsi pengawasan dan pengontrolan.

"Apalagi, sekarang Lion Air kan berambisi untuk mendatangkan 1000 pesawat terbang. Jadi personil harus ditambah, regulasi juga harus cepat diubah, jangan sampai tertinggal," demikian Adi. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA