Banyak yang mengkritisi pertemuan itu karena biaya penyelenggaraannya yang hampir mencapai Rp 1 triliun.
Secara bijak Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan, gertemuan IMF-WB tidak masalah asal memiliki dampak langsung ke masyarakat.
"Mungkin efek langsung kepada masyarakat yang kena bencana khususnya dalam hal ini saya ingin titip kepada Lombok karena Lombok itu kan dekat sekali dari tempat ngumpulnya tamu-tamu itu," ujar Fahri di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (8/10).
Seloroh dia, penerbangan dari Bali ke Lombok hanya 30 menit atau kalau menggunakan jet bisa 15 menit. Sementara kondisi recovery bagi korban gempa Lombok hingga sekarang belum sepenuhnya terjadi.
"Pemerintah sampai hari ini belum membolehkan rakyat yang terima uang untuk dicairkan dan mayoritas itu belum ditransfer. Yang baru menerima transfer itu baru 6 ribu dari sekitar 200-an ribu," bebernya.
Padahal pemerintah sudah menjanjikan akan secepatnya ditransfer. Fahri menilai memang saat ini pemerintah belum punya uang.
Sehingga pertemuan IMF-WB di Bali bisa mendorong percepatan recovery korban gempa Lombok. Di lain sisi dia juga menyarankan agar pemerintah juga bisa menghemat terkait biaya penyelenggaraan.
"Kalau juga jadwalnya enggak bisa digeser waktunya paling tidak memamg harus menunjukkan satu sikap kita bisa berhemat," pungkas Fahri.
[rus]
BERITA TERKAIT: