“Harus ada strategi baru terkait kebutuhan anggaran di lapangan. Ini jadi efek negatif. Pemilu serentak marak dengan permainan pragmatisme yang tak bisa dihindarkan, baik Pileg dan Pilpres," kata politisi Partai Demokrat Herman Khaeron saat menjadi pembicara pada dialektika demokrasi bertema "Keuangan Politik dalam Pemilu, Bagaimana Menghindari Dana Haram?’ di media center DPR, Kamis (4/10).
Di satu sisi, ujar Herman, para caleg harus memiliki energi untuk bertarung di Pileg. Pasalnya, Pileg 2019 suasananya berbeda. Dia mengatakan kalau caleg datang ke dapilnya, yang dibicarakan masyarakat setempat soal capres dan cawapres.
"Jadi caleg butuh energi tambahan," ujar Herman.
Dia mendukung perlunya pengawasan terhadap pembiayaan politik guna mewujudkan pemilu yang bersih dan beretika seperti yang dikatakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga menjadi pembicara.
Sedang Johnny G Plate menuturkan bahwa saat ini tidak ada kontrol parpol bagi caleg yang kampanye. Menurutnya, saat ini tidak ada pihak yang tahu secara detail berapa biaya kampanye di Indonesia. Sehingga ketidaktahuan ini yang memicu betapa besar biaya pemilu di Indonesia.
“Yang ada adalah laporan administratif. Harus sesuai prinsip akuntansi. Saya setuju bahwa kita harus mulai dari gagasan besar dulu,†kata politisi Nasdem ini.
[jto]
BERITA TERKAIT: