Masyarakat Lebih Tertarik Bicarakan Pilpres Ketimbang Pileg

Jumat, 05 Oktober 2018, 00:26 WIB
Masyarakat Lebih Tertarik Bicarakan Pilpres Ketimbang Pileg
Herman Khaeron/RMOL
rmol news logo . Besarnya anggaran Pileg dan Pilpres 2019 yang dilaksanakan secara serentak harus menjadi perhatian dan diperlukan strategi baru  terutama kebutuhan anggaran di lapangan.

“Harus ada strategi baru terkait kebutuhan anggaran di lapangan. Ini jadi efek negatif. Pemilu serentak marak dengan permainan pragmatisme yang tak bisa dihindarkan, baik Pileg dan Pilpres," kata  politisi Partai Demokrat  Herman Khaeron saat menjadi pembicara  pada dialektika demokrasi bertema "Keuangan Politik dalam Pemilu, Bagaimana Menghindari Dana Haram?’ di media center DPR, Kamis (4/10).
 
Di satu sisi, ujar Herman, para caleg harus memiliki energi untuk bertarung di Pileg. Pasalnya, Pileg 2019 suasananya berbeda. Dia mengatakan  kalau caleg datang ke dapilnya, yang dibicarakan masyarakat setempat  soal capres dan cawapres.

"Jadi caleg butuh energi tambahan," ujar Herman.

Dia mendukung perlunya pengawasan terhadap pembiayaan politik guna mewujudkan pemilu yang bersih dan beretika seperti yang  dikatakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga menjadi pembicara.

Sedang Johnny G Plate menuturkan bahwa saat ini tidak ada kontrol parpol bagi caleg yang kampanye. Menurutnya, saat ini tidak ada pihak yang tahu secara detail berapa biaya kampanye di Indonesia. Sehingga ketidaktahuan ini yang memicu betapa besar biaya pemilu di Indonesia.

“Yang ada adalah laporan administratif. Harus sesuai prinsip akuntansi. Saya setuju bahwa kita harus mulai dari gagasan besar dulu,” kata politisi Nasdem ini. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA