Penegasan itu disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi dorongan agar Demokrat memecat mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai kader.
Hal ini seiring kabar yang menyebutkan bahwa pria yang akrab disapa Demiz itu akan menjadi jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Deddy Mizwar aset Partai Demokrat, soal sikapnya mau jadi Jubir Jokowi-ma'ruf biar partai Demokrat yang akan selesaikan masalah ini. Kami punya mekanisme,†jelas Andi di akun Twitter
@AndiArief_ sesaat lalu, Rabu (29/8).
Di Demokrat, sambungnya, sanksi untuk kader tidak bisa sembarangan keluar. Partai harus meminta klarifikasi terlebih dahulu dengan yang bersangkutan agar bisa tahu duduk perkara yang sebenarnya.
“Tidak gampang partai kami mengeluarkan sanksi tanpa ada klarifikasi dari yang bersangkutan,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: