Pun sikap Jokowi yang menunggu bola, sedangkan Prabowo menggocek bola, berakibat kebuntuan dalam koalisi keduanya. Sehingga muncul wacana poros ketiga.
Sebagian pihak optimis terbentuknya front politik baru ini, dan pihak lainnya pesimis.
"Sesumbar bikin poros ketiga tak akan efektif. Tekanan politik sia-sia para elite parpol yang terancam tersingkir dari pencawapresan. Memelas!" ucap pakar politik AS Hikam di akun
Facebook-nya, Selasa (8/8).
Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani sebelumnya juga menyebutkan adanya poros ketiga ini tak bisa dinafikan begitu saja.
"Peluang poros ketiga itu tidak boleh dinafikan sama sekali," ujar Arsul," ucapnya saat dihubungi wartawan.
[jto]
BERITA TERKAIT: