Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menjelaskan, sebelum memilih, masyarakat harus berlaku cerdas dengan mencari tahu rekam jejak calon pemimpin mereka, khususnya yang terkait dengan isu tersebut.
"Dia pernah terlibat atau pernah keseret kasus korupsi gak?" Katanya kepada wartawan, Senin (4/6).
Adi menyinggung soal adanya Cagub Jabar yang pernah memperoleh penghargaan atas program penanganan anti korupsi, namun di satu sisi, indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya justru yang paling tinggi di Jawa Barat.
"Coba di tracking, ada kan salah satu cagub yang citra ke publik bagus, tapi anomali dengan realitanya; kan indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya tertinggi di Jabar?" jelasnya.
Perlu diketahui, hasil survei Transparency International Indonesia (TII) pernah menyebutkan Indeks Persepsi Korupsi Kota Bandung berada di level paling rendah. Tak sedikit dari 1.100 responden yang semuanya pengusaha mengakui Kota Bandung menjadi kota paling korup dari 11 kota yang disurvei TII.
Informasi yang tak kalah pentingnya adalah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pernah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012.
Kasus yang mencuat pada tahun 2015 ini sempat menyeret Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil karena diduga terjadi semasa dia menjabat sebagai Ketua BCCF.
Yang mana ketika itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ferri Wibisono mengatakan, ada dugaan korupsi dana bansos yang berjumlah Rp1,3 miliar yang diterima BCCF.
Ridwan Kamil pun sempat dua kali diperiksa oleh Kejaksaan.
"Jadi publik jangan hanya melihat publik jangan hanya lihat popularitas calon Gubernur yang akan dipilih, tetapi harus cermat melihat rekam jejak calon berdasarkan data runtun waktu dalam beberapa tahun sebelumnya," tandas Adi.
[sam]
BERITA TERKAIT: