Selain itu, aksi yang dilakukan di kediaman pengusaha Chairul Tanjung itu merupakan cara Gatot untuk menjaga peluang tetap bisa berlaga di Pilpres 2019.
Begitu kata pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/6).
“Ini kan cara pelihara peluang dan menjaga hubungan baik,†ujarnya.
Dengan mencium tangan presiden keenam RI tersebut, Gatot juga memberi kode kepada para elit politik di negeri ini bahwa dia adalah orang yang berada dipihak SBY. Dengan kata lain, dalam pilpres nanti dia akan menurut pada perintah SBY.
“Iya, itu ngasih kode komunikasi politik, ‘saya nurut SBY’,†sambung pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: