"Media
mainstream dan konvensional sudah banyak ditinggalkan karena jadi sarana propaganda. Propaganda siapa? Propaganda pemodal. Selain memiliki media, pemodal juga memiliki parpol," ungkap Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno, saat konferensi pers di Kantor DPP PAN, Jakarta Jumat (18/5).
Sambung dia, pencerdasan masyarakat di era reformasi dan digitalisasi informasi harus kian sering dilakukan agar publik tidak terjebak hoax (kabar bohong).
Namun, karena media arus utama tidak bisa memberi cermin yang objektif kepada masyarakat, maka banyak orang beralih ke media sosial yang aroma hoax-nya lebih kentara ketimbang media konvensional.
"Ini catatan bagi masyarakat kenapa beralih ke medsos, padahal medsos juga belum tentu benar," ujarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: