"Ini tindakan yang tidak manusiawi. Agama yang saya anut yakni Islam sangat tegas menolak aksi-aksi semacam itu," kata ketua Umum KAMMi Irfan Achmad Fauzi melalui siaran persnya yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/5).
Menurut dia, kejadian tersebut harus menjadi koreksi bagi aparat keamanan. Ia menduga ada aktor intelektual di balik serangan itu.
"Aksi penyerangan ini sangat di luar bayangan saya pribadi. Kenapa hal ini masih saja terjadi? Siapa aktor intelektualnya?" tanyanya.
Untuk itulah, hemat dia, kepolisian harus segera menangkap para pelaku dan membongkar motif di balik penyerangan di Surabaya agar tidak menimbulkan keresahan dan saling curiga di masyarakat.
"Kita tentunya tidak mau masyarakat saling tebak-menebak dan justru mendapatkan kabar yang tidak valid," terangnya.
Namun yang pasti, tambah Irfan, teror bom Surabaya menjadi catatan sejarah yang buruk bagi kedamaian di republik ini.
[wid]