Menurut Herry turunnya elektabilitas Partai Hanura bukan karena kepemimpinan melainkan belum mengeluarkan nama yang diusung sebagai cawapres Jokowi.
"Karena kami belum keluarkan nama. Kalau sudah pasti melejit," ucap Herry kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu, (9/5).
Herry menambahkan nama yang akan diusung Hanura hingga kini masih disimpan dan terus digodok diinternal partai.
Ia juga yakin dengan modal 5,6 persen suara pada Pemilu 2014 lalu Hanura bisa meraih lima besar dalam Pemilu 2019 mendatang.
Herry juga tidak percaya dengan hasil survei sepenuhnya. Ia menuding survei yang beredar saat ini juga tidak murni alias bayaran.
"Kalian sama-sama tahu lah survei itu tergantung siapa yang bayar saja," pungkasnya.
[nes]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: