'Kami meminta semua pihak tidak membawa-bawa nama dan gambar Kapolri ke ranah politik. Sangat menyesatkan dan tolong dihentikan," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).
Sepengetahuan mantan anggota Kompolnas ini, Tito tidak punya niatan sedikitpun masuk dalam dunia politik apalagi untuk menjadi cawapres.
"Ini informasi tidak benar dan hoax," kata doktor ilmu hukum ini.
Dalam pengamatan Edi Hasibuan foto Jokowi disandingkan dengan Tito yang beredar di media sosial adalah foto editan. Ulah pihak tertentu ini, kata dia, merugikan institusi Polri karena menimbulkan kecurigaan korps bhayangkara terlibat politik.
Dia menilai beredarnya foto hoax tersebut akan menggangu profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang selalu menjunjung tinggi netralitas.
Diakui Edi, kinerja Tito memang bagus dan banyak diapresiasi. Tetapi demi menjaga profesionalisme Polri, Tito sebaiknya dipercaya untuk menjaga keamanan. Sebab, keahlian Tito bukan di bidang politik tapi sebagai penjaga keamanan untuk negeri ini. Apalagi Tito saat ini masih menjabat sebagai Kapolri.
"Pak Tito sebaiknya tetap kita percayakan menyelesaikan tugasnya memimpin Polri sampai kelar," kata staf pengajar Ilmu Hukum di Univseritas Dirgantara Suryadarma Jakarta ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: