Seharusnya, sambung Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, pilpres menjadi ajang adu gagasan antar kandidat. Masing-masing harus mengeluarkan ide-ide tentang arah bangsa Indonesia akan dibawa.
Jika kompetisi yang disajikan hanya masalah citra, Rizal khawatir nasib rakyat tidak akan berubah signifikan.
"Kompetisi pencitran bikin bangsa ini sulit jadi bangsa yang besar. Kasihan rakyat kita, rakyat kita ingin maju ingin makmur tapi kompetisi yang disajikannya hanya kompetisi pencitraan," ujarnya usai bertemu dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis, (3/5).
Selain tidak bisa membuat bangsa ini maju, kompetisi pencitraan juga berpotensi membuat bangsa terpecah belah. Sebab, target dari kompetisi pencitraan adalah emosi rakyat.
"Kompetisi politik pencitraan itu emosi rakyat yang dimainkan sehingga kita terancam terpecah belah," tukas pria yang akrab disapa RR itu.
[ian]