Tidak Satu Di Politik, Penyebab Posisi Tawar Buruh Lemah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 01 Mei 2018, 12:18 WIB
Tidak Satu Di Politik, Penyebab Posisi Tawar Buruh Lemah
Arief Poyuono/Net
rmol news logo Posisi tawar yang dimiliki para buruh saat ini lemah lantaran mereka tidak satu dalam pilihan politik. Apalagi pemerintah kini tidak berpihak pada buruh.

Begitu kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/5).

"Makanya, perjuangan buruh jangan hanya dilakukan di May Day saja, tapi di hari-hari biasa juga tetap berjuang," ujarnya.

Selain itu, dia juga melihat ada ketidakpaduan di antara para buruh. Sementara serikat buruh juga acapkali disusupi elit partai politik dan bagian dari pemerintah.

"Banyak pengurus buruh bukan buruh tetapi elite parpol. Banyak juga ketua (serikat) buruh di era Joko Widodo pada jadi Komisaris di BUMN, nah masa dalam dirinya sendiri ada dua kepribadian sih. Jadi wakil pemilik modal dan wakil buruh," ujarnya.

Adapun dalam acara May Day hari ini, akan ada deklarasi dukungan yang dilakukan Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Selain itu, mereka juga akan mendeklarasikan dukungan kepada ekonom senior Dr. Rizal Ramli sebagai calon wakil presiden. Keduanya diusung karena dinilai berkomitmen nyata dalam mengusung ekonomi kerakyatan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA