"Hari Buruh ini jadi momen bagi kaum pekerja/buruh, termasuk pelaut sebagai bagian dari pekerja/buruh di sektor maritim atau kelautan. Kami menuntut perbaikan nasib di momentum ini," kata perwakilan pergerakan pelaut Indonesia Imam Syafii saat ditemui di sela-sela aksi buruh transportasi pelabuhan Indonesia di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (1/5).
Menurut dia, selama ini pelaut yang bekerja di atas kapal-kapal berbendera Indonesia di dalam negeri sama sekali tidak diperhatikan nasibnya.
"Minimnya pengawasan dan tindakan dari pemerintah membuat para pengusaha di bidang pelayaran dengan kesewenang-wenangannya membuat kebijakan perusahaan yang sangat tidak berpihak kepada pelaut," bebernya.
Atas alasan itu, Syafii menilai Jokowi yang bervisi poros maritim masih belum berpihak kepada nasib pelaut. Sementara pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengusaha diyakini akan terus berlanjut jika tidak ditangani serius oleh pemerintah.
"Jika pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan pelayaran terhadap UU Ketenagakerjaan ini terus dibiarkan, jelas ini menjadi bom waktu bagi pemerintah terkait persoalan ketenagakerjaan pelaut," pungkasnya dengan geram.
[ian]
BERITA TERKAIT: