Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FSP LEM SPSI, Arif Minardi menyebutkan, ada sekitar 10 ribu anggotanya turun ke jalanan pada May Day besok yang juga melibatkan beberapa wakil rakyat. Bahkan rencananya, dua pimpinan DPR ikut berorasi.
"Tuan rumah, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon insya Allah akan ikut berorasi. Pak Mardani dan Pak Ferry Juliantono juga ikut. Belum konfirmasi Ketua Komisi IX Pak Dede Yusuf," kata Arif dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/4).
Setidaknya kata dia, ada tiga tuntutan yang akan disuarakan SPSI. Pertama mengenai penolakan atas Perpres 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA), PP 78 tentang Pengupahan, dan revisi UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja.
"Kenapa kami menolak Perpres 20 tahun 2018, karena tanpa Perpres pun TKA sudah masuk banyak di mana-mana. Perpres itu masalah izin diperlonggar," jelasnya.
Terkait PP 78, kata dia, selama ini sangat merugikan para buruh. Sebab, serikat pekerja dan perusahan sudah tidak lagi dilibatkan dalam menentukan upah buruh.
"Bergantung pada inflasi saja. Tidak ada nego-nego. Padahal mengenai upah harus ada kajian-kajian," bebernya.
Revisi UU 13/2003 juga diperlukan karena belum sepenuhnya berpihak kepada tenaga kerja.
"UU ini memang banyak masalah. Tapi kami melihat kalau ada perubahan, kemungkinan besar buruh akan menjadi korban. Karena kita belum mempercayai lembaga negara ini baik eksekutif maupun legislatif," demikian Arif.
[wid]
BERITA TERKAIT: