Begitu kata Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini di sela-sela pembukaan Konferensi Besar Fatayat NU di Ambon, Maluku, Jumat (27/4).
"Perempuan memiliki potensi diplomasi yang besar andai mau digali, kemampuan berkomunikasinya juga bisa diandalkan," tegasnya.
Ia berharap di tahun politik ini perempuan bisa lebih aktif berpartisipasi di politik. Sehingga segala upaya pemberdayaan anak dan perempuan dapat diakomodir dengan baik.
Secara khusus, Anggia mengajak kader Fatayat NU melakukan sesuatu yang lebih banyak lagi di dunia politik. Termasuk membuka wawasan perempuan soal politik dan menjadikan politik sebagai media ibadah.
Baginya, jika politik dipandang dengan positif, maka dia bisa menjadi alat untuk membuat kebijakan dan perubahan yang lebih baik begitupun sebaliknya. Atas alasan itu, dia mendorong kader-kader terbaik Fatayat untuk mau berjuang melalui jalur politik juga.
"Kalau semakin banyak perempuan memiliki peran strategis di ranah politik maka bisa dipastikan permasalahan ketertinggalan perempuan juga bisa diminimalisir," tutupnya.
[ian]