Langkah ini terutama untuk menepis stigma PKI yang selama ini melekat di PDIP dan Jokowi.
Nama Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencuat, setelah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan rombongan pengurus Ikhwanul Muballighin kemarin (Kamis, 26/4) di markasnya, Jalan Diponegoro nomor 58m Jakarta Pusat.
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai langkah kubu Jokowi mengambil Nasaruddin Umar sebagai cawapresnya sangat tepat.
"Menurut saya itu tepat dan sah-sah saja berdasarkan analisis dan strategi mereka. Karena semua punya strategi masing-masing," kata Fadli di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4).
Namun di sisi lain, Fadli sangsi partai koalisi lainnya pengusung Jokowi setuju dengan PDIP.
"Menurut saya di kubu mereka lebih sulit menentukan cawapres, kalau A dipilih yang lain belum tentu setuju, kalau B dipilih yang lain belum tentu suka," terangnya.
Apalagi, imbuh Fadli, Jokowi sendiri bukan fungsionaris partai yang bisaq mengambil keputusan untuk menentukan pendampingnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: