"Gak ada (desakan), dari awal sejak capres kita ya memang Pak Prabowo," ujar Fadli di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/4).
Fadli juga membantah Prabowo haus kekuasaan dengan kembali maju di Pilpres. Pernah kalah, kata Fadli, merupakan hal biasa dalam kompetisi.
"Kalau kemarin kalah atau dikalahkan itu persoalan biasa dalam demokrasi. Ada yang menang dan ada yang kalah," jelasnya.
Ditegaskan dia, selama 3,5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, Prabowo tidak banyak bersuara apalagi merecoki pemerintahan. Karenanya sudah tepat jika kepemimpinan nasional kedepan diganti.
"Nah sekarang saya kita sudah waktunya 2019 ganti presiden," demikian Fadli.
[dem]
BERITA TERKAIT: