Dewan Pers berpesan agar para pewarta dari berbagai paltform media dapat menjadi
agent of change atau agen perubahan.
"Jadilah
agent of change atau agen perubahan," ujar Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi dalam diskusi Bawaslu bertema "Peran Media Dalam Melawan Hoax, Ujaran Kebencian dan SARA" di Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/4).
Dalam diskusi tersebut, Jimmy sempat menanyakan kepada salah satu wartawan terkait tugas kejurnalistikannya. "Anda bekerja untuk siapa?" tanya Jimmi.
Kemudian, wartawan tersebut menjawab bahwa dirinya bekerja untuk keluarga dan bangsa negara. Jimmy pun mencoba mengaitkan korelasi dari tugas jurnalis tersebut ke isu diskusi terkait peran media dalam melawan hoax.
"Jika memang anda bekerja untuk keluarga, maka jangan pernah mempermainkan hoax. Artinya jika itu dipermainkan, maka secara tidak langsung anda juga mempermainkan keluarga, diri sendiri dan masyarakat luas," paparnya.
Selain itu, Jimmy berpesan agar jurnalis dapat patuh etika saat bertugas. Sehingga dapat bersikap netral dalam setiap pemberitaan.
"Etika lebih tinggi dari segalanya. Lebih baik punya rasa malu daripada rasa takut melakukan kesalahan yang mengacu pada UU Dewan Pers. Mari kita bantu untuk netral," tutupnya.
Seperti diberitakan
Kantor Berita Pemilu, hadir juga dalam diskusi tersebut, Kabag Humas KPU Robby Leo, Komisioner Korbid Pengawasan Isi Siaran KPI Hardly Stefano, Sekretaris Ditjen Aplikasi dan Informatika Kominfo Maria F Barata, dan Anggota Bawaslu Afifuddin.
[rus]
BERITA TERKAIT: