Dalam desakan itu, disebutkan bahwa Mahyudin ditenggal 10 hari untuk segera mencopot jabatan sebagai wakil ketua MPR.
"Saya nggak ada dapat berita itu," ujar Mahyudin yang juga wakil ketua Dewan Pakar Golkar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).
Namun demikian, dia mempersilakan DPP Golkar mendesak dirinya mundur. Hanya saja, lanjut Mahyudin, desakkan itu harus berbentuk surat resmi yang dikeluarkan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto.
"Kalau memang ada yang begitu silakan suruh tulis suratnya kepada saya. Suruh sampaikan bahwa saudara Mahyudin dalam 10 hari harus mundur," tantangnya
Tapi, Mahyudin mengaku belum tentu akan mengindahkan desakkan, sekalipun dikeluarkan oleh Airlangga.
“Apakah saya akan mundur atau tidak, nanti lihat 10 hari ke depan. Kalau mau berikan sanksi ya silakan saja," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: