Jenderal Gatot mengawali lawatannya ini dengan menghadiri undangan jamuan makan malam dari Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Letnan Jenderal Perry Lim dan Mrs. Lynn Lim, Minggu malam (4/2).
Pada Senin pagi, mantan KSAD melakukan kunjungan perpisahan atau farewall visit kepada Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Letnan Jenderal Perry Lim di Kantor Kementerian Pertahanan Singapura.
Setelah itu, Gatot menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Singapura, H.E. Ng Eng Hen. Pertemuan dengan kedua petinggi ini hanya berlangsung singkat.
Selanjutnya, Gatot datang ke Istana Singapura. Di Istana, ia disambut oleh Presiden Halimah Jacob, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Darjah Utama Bakti Cemerlang atau Distinguished Sevice Order. Pertemuan Gatot dengan Halimah Jacob juga tidak berlangsung lama.
Setelah itu, Gatot melakukan pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Pertemuan ini terbilang lama jika dibandingkan dengan tiga petinggi Singapura lainnya.
Gatot menjelaskan bahwa pertemuan ini hanya memperbincangan seputar keamanan kawasan dan cara menghadapi tantangan yang datang ke kawasan ASEAN.
"Beliau (Lee Hsien Loong) tanya bagaimana negara ASEAN dengan perkembangan Laut China Selatan dan Korea," ujar Gatot kepada wartawan di Shangri-La Hotel, Singapura.
Saat disinggung apakah ada obrolan tentang pilpres di Indonesia dalam pertemuan itu, Gatot menyebut bahwa perbincangan itu tidak ada.
"Beliau tidak singgung itu, hanya hubungan kedua negara saja," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: