Begitu dikatakan Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburrochman dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/3).
"Laporan ini sama sekali tidak terindikasi politik apapun," sambungnya.
Menurut dia, ACTA selama ini bergerak secara swadaya. ACTA juga tidak didomplengi kepentingan pihak tertentu. Di sisi lain, laporan justru berasal dari ketakutan atas penyalahgunaan wewenang oleh pemegang kekuasaan.
Habiburrochman menjelaskan, laporan itu juga merupakan imbauan atas betapa pentingnya penegakan etika dan peraturan perundang-undangan secara bersama-sama agar kelak kita tidak sama-sama dirugikan.
"Kami sama sekali tidak tendensius terhadap personalnya, baik kepada Presiden maupun Partai apapun, tapi kami fokus pada peristiwanya yang jelas melanggar hukum," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: