"Di depan Presiden, nama Imam Nahrawi itu dihabisin," aku dia di sela Rakernas Lembaga Pendidikan Ma'arif dan Rakornas Sako Pramuka Ma'arif NU di Hotel Jayakarta, Bandung, Jawa Barat, kemarin malam.
Menteri asal PKB ini mengatakan keputusan menyalurkan anggaran Pramuka bukan ke Kwarnas, melainkan dikirim langsung ke kwartir daerah dan sako, sebagai bahan evaluasi atas keengganan Kwarnas memenuhi permintaan Kemenpora.
"Itu karena Kwarnas tidak mau melaporkan daftar kekayaan maupun aset yang dimiliki kepada Kemenpora," ungkap Nahrawi.
Dia membantah tudingan Kemenpora mau mengambil aset milik Pramuka di balik permintaan agar Kwarnas Pramuka menyerahkan laporan tersebut.
"Itu tidak benar. Undang-undang jelas menyebut Kemenpora adalah anggota pembina (Pramuka) setelah Presiden," pungkas Nahrawi.
Secara khusus diirnya menegaskan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault tidak pernah terimakasih atas bantuan yang selama ini diberikan pemerintah kepada Pramuka. Malah, Adhyaksa selalu menyudutkan dirinya bahkan kepada presiden.
"Tapi sayangnya gak pernah berterimakasih dan bahkan secara terbuka selalu tidak bisa menjaga lisan, tidak menjaga perasaan orang. Padahal di Pramuka itu harus punya jiwa yang kokoh, punya tanggung jawab, tidak pernah mengeluh dan berterima kasih," kata Menteri Imam menyindir, seperti diberitakan
RMOL Jabar.
BERITA TERKAIT: